Pickford Komentari Kritikan Thibaut Courtois yang Menyinggungnya

Penjaga gawang tim nasional Inggris, Jordan Pickford ternyata masih menyimpan rasa sakit hati setelah dikritik oleh penjaga gawang Belgia, Thibaut Courtois. Kini Pickford pun kembali menegaskan jika aksinya tak kalah hebat dari sang kiper berbadan jangkung tersebut.

Sebelumnya, Jordan Pickford sempat mendapatkan kritikan fisik dari kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois. Mampu menunjukan kualitasnya kepada publik, penjaga gawang Inggris itu kembali angkat bicara mengenai kritikan yang menyakitkan hatinya itu.

Saat itu, Courtois memberikan kritik tentang tinggi badan Pickford yang kurang jangkung saat Timnas Inggris bertemu Timnas Belgia di fase grup. Courtois menyampaikan jika Pickford bisa saja menyelamatkan tembakan Adnan Januzaj, kalau dirinya punya postur tubuh sedikit lebih tinggi lagi dari yang ada saat ini.

Kesal, dengan kritikan tersebut Pickford pun langsung membalasnya dengan pembuktian di rumput hijau. Penjaga gawang Everton itu berhasil menjadi bintang di babak 16 besar pada saat melawan kubu Kolombia. Ia sukses menyelamatkan penalti Carlos Bacca, dan mendapatkan Man of the Match saat bertemu Swedia hari Sabtu (7/7/18).

Meski Courtois sendiri sudah membantah tak bermaksud menghina, namun Pickford yang masih sakit hati kembali melontarkan balasan terhadap kritik fisik yang sudah dilepaskan Courtois. Kualitas yang dimilikinya saat ini ia klaim aslinya tidak jauh berbeda dengan Courtois.

“Saya sama sekali tidak akan membiarkan kritikan seperti ini terus-terusan mempengaruhi saya. Ini hanya permainan sepakbola. Saya tidak akan biarkan hal seperti itu mempengaruhi pikiran saya. Saya hanyalah pria biasa saja. Sekali lagi, ini hanya sepakbola,” ungkap Pickford seperti dilansir dari Goal International.

“Banyak juga orang yang berpikir bahwa saya masih berusia muda, tapi ini adalah musim kedua saya di Premier League. Saya juga tidak merasa jauh dari orang seperti dia itu (Thibaut Courtois),” jelasnya.

“Saya ini punya banyak pengalaman pertandingan di liga yang lebih rendah, dan saya tidak merasa Premier League ataupun Inggris begitu berbeda jauhlah. Di beberapa sisi, League Two adalah tantangan yang berat,” pungkasnya